Jumat, 11 Oktober 2013

Etika Bisnis ( Tugas 2 )

Hakikat Bisnis
Hakikat bisnis adalah usaha untuk memenuhi kebutuhan manusia ( produk atau jasa ) yang bermanfaat bagi masyarakat. Businessman (Seorang pebisnis) akan selalu melihat adanya kebutuhan masyarakat dan kemudian mencoba untuk melayani secara baik sehingga masyarakat menjadi puas dan senang. Dari kepuasan masyarakat itulah si pebisnis akan mendapatkan keuntungan dan pengembangan usahanya.

Karakteristik Profesi Bisnis
Pertama, adanya keahlian dan ketrampilan khusus. Profesi selau mengandaikan adanya keahlian dan ketrampilan khusus tertentu yang dimiliki oleh sekelompok orang yang professional untuk bisa menjalankan pekerjaannya dengan baik. Keahlian dan ketrampilam khusus ini umumnya dimiliki dengan kadar, lingkup, dan tingkat yang melebihi keahlian dan ketrampilan orang kebanyakan lainnya. Ini berarti orang professional itu lebih ahli dan trampil dalam bidang profesinya dari pada orang-orang lain.

Kedua, adanya komitmen moral yang tinggi. Komitmen moral ini biasanya dituangkan, khususnya untuk  profesi yang luhur, dalam bentuk aturan khusus yang menjadi pegangan bagi setiap orang yang mengemban profesi yang bersangkutan.

Ketiga, biasanya orang yang  professional adalah orang yang hidup dari profesinya. Ini berarti dia hidup sepenuhnya dari profesi ini dan profesinya telah membentuk identitas orang tersebut.

Keempat, pengabdian kepada masyarakat. Adanya komitmen moral yang tertuang dalam kode etik profesi ataupun sumpah jabatan menyiratkan bahwa  orang-orang yang mengemban profesi tertentu, khususnya profesi luhur, lebih mendahulukan dan dan mengutamkan kepentingan masyarakat daripada kepentingan pribadinya.

Kelima, pada profesi luhur biasanya ada izin khusus untuk menjalankan profesi  tersebut. Karena setiap profesi, khususnya profesi luhur, menyangkut kepentingan orang banyak, dan terkait dengan nilai-nilai luhur kemanusiaan berupa keselamtan, keamanan, kelangsungan hidup, kesehatan, dan sebagainya maka untuk menjalankan suatu profesi yang berkaitan dengan kepentingan orang banyak itu diperlukan izin khusus. Izin  khusus ini bertujuan untuk melindungi masyarakat dari pelaksanaan profesi yang tidak becus.

Pergeseran Paradigma Dari Pendekatan Stockholder dan Pendekatan Stakeholder
Penerapan etika bisnis ini murupakan penerapan dari konsep “Stake Holder” sebagai pengganti dari konsep lama yaitu konsep “Stock Holder” . Pengusaha yang menerapkan konsep Stock Holder berusaha untuk mementingkan kepentingan para pemengang saham (Stockholder) saja, di mana para pemegang saham tentu saja akan mementingkan kepentinganya yaitu penghasilan yang tinggi baginya yaitu yang berupa deviden atau pembagian laba serta harga saham dipasar bursa.
Dengan memperoleh deviden yang tinggi maka penghasilan mereka akan tinggi, sedangkan dengan naiknya nilai atau kurs saham akan merupakan kenaikan kekayaan yang dimilikinya yaitu sahamnya itu dapat dijual dengan harga yang lebih tinggi. Pemenuhan kepentingan ataupun tuntutan dari para pemengan saham itu sering kali mengabaikan kepentingan-kepentingan pihak-pihak yang lain yang juga terlibat dalam kegiatan bisnis. Pihak lain yang terkait dalam kegiatan bisnis tidak hanya para pemegang saham saja akan tetapi masih banyak lagi seperti :
1. Pekerja/ karyawan
2. Konsumen
3. Kreditur
4. Lembaga-lembaga keuangan
5. Pemerintah.

Tanggung Jawab dan Moral Sosial Bisnis
Tanggung jawab perusahaan adalah tindakandan kebijakan perusahaan dalam berinteraksi yang didasarkan pada etika. secara umum etika dipahami sebagai aturan tentang prinsip dan nilai moral yang mengarahkan perilaku sesorang atau kelompok masyarakat mengenai baik atau buruk dalam pengambilan keputusan. Menurut Jones, etika berkaitan dengan nilai-nilai internal yang merupakan bagia dari budaya perusahaan dan membentuk keputusan yang berhubungan dengan tanggung jawab social.
Terdapat 3 pendekatan dalam pembentukan tanggung jawab social:
1.  pendekatan moral yaitu tindakan yang didasrkanpada prinsip kesatuan
2. pendekatan kepentingan bersama yaitu bahwa kebijakanmoral harus didasarkan pada standar kebersamaan, kewajaran dan kebebasan yang bertanggung jawab
3. kebijakan bermanfaat adalh tanggup jawab social yang didasarkan pada nilai apa yang dilakukan perusahaan menghasilakn manfaat besar bagi pihak berkepentuingan secara adil.

Kode Etik Perusahaan
Kode etik Perusahaan adalah norma yang wajib ditaati oleh perusahaan beserta lapisan-lapisan dalam perusahaan tersebut dalam menjalankan kewenangan dan tanggung jawabnya secara pribadi maupun secara organisasi.
Contoh :
Berikut ini adalah contoh kode etik yang biasanya berlaku pada perusahaan-perusahaan :
1.      Jam masuk kerja jam 08.00 dan dispensasi keterlambatan hanya 5 menit
2.      Tidak boleh bermain game di kantor
3.      Harus lapor kepada atasan masing-masing departement jika ingin ijin keluar kantor
4.      Penggunaan internet hanya untuk urusan pekerjaan
5.       Setiap karyawan tidak boleh sembarangan membuka file karyawan lain

Menurut Covey sebuah keputusan yang baik adalah yang bisa menyeimbangkan ke-4 kompetensi Tubuh (PQ), Intelektual (IQ), Hati (EQ) dan Jiwa (SQ).
“Saya setuju dengan pendapat Stephen R. Covey karena pernyataan tersebut menegaskan bahwa kita bertanggung jawab atas kehidupan dan perilaku kita. Karena perilaku adalah fungsi dari keputusan, bukan fungsi dari kondisi. Kita mempunyai tanggung jawab untuk membuat segala sesuatunya terjadi, jadi jika kita ingin mengambil keputusan agar sesuai dengan tujuan yang kita inginkan maka pada saat proses pengambilan keputusan harus ada keseimbangan antara ke-4 unsur diatas agar terciptanya harmonisasi kehidupan”

Sumber : http://wijilestari02.blogspot.com/2013/10/etika-bisnis-tugas-ke-2.html

Etika Bisnis ( Tugas 1 )

Etika
Etika berasal dari bahasa yunani yaitu ethos yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat kebiasaan di mana etika berhubungan erat dengan konsep individu atau kelompok sebagai alat penilai kebenaran atau evaluasi terhadap sesuatu yang telah dilakukan. 

Moral
Moral adalah perbuatan/tingkah laku/ucapan seseorang dalam ber interaksi dengan manusia. apabila yang dilakukan seseorang itu sesuai dengan nilai rasa yang berlaku di masyarakat tersebut dan dapat diterima serta menyenangkan lingkungan masyarakatnya, maka orang itu dinilai memiliki moral yang baik, begitu juga sebaliknya.

Moralitas 
Menurut Immanuel Kant, moralitas adalah hal kenyakinan dan sikap batin dan bukan hal sekedar penyesuaian dengan aturan dari luar, entah itu aturan hukum negara, agama atau adat-istiadat. Moralitas adalah pelaksanaan kewajiban karena hormat terhadap hukum, sedangkan hukum itu sendiri tertulis dalam hati manusia. Dengan kata lain, moralitas adalah tekad untuk mengikuti apa yang dalam hati disadari sebagai kewajiban mutlak.

Kesadaran Moral
Kesadaran moral adalah suatu kesadaran dalam hati yang mengharuskan seseorang untuk mengerjakan atau meninggalkan suatu perbuatan. Mengharuskan suatu perbuatan apabila perbuatan tersebut dinilai sesuai dengan norma akhlak yang barlaku dan di terima dalam hatinya. Melarang suatu perbuatan, apabila perbuatan tersebut di anggap bertentangan dengan norma akhlak yang di terima hatinya dan berlaku dalam masyarakat. Dengan demikian kesadaran moral adalah kesadaran seorang untuk melakukan suatu perbuatan yang di nilai baik dan meninggalkan suatu perbuatan yang di nilai buruk.
Contoh :
Ada orang diancam hukuman mati kecuali ia bersedia memberi kesaksian palsu mengenai orang lain yang tidak bersalah. Apakah mungkin orang itu mengatasi cinta pada hidup dan tetap menolak memberi kesaksian palsu? Mungkin saja. Itulah inti kesadaran moral. Kita tahu dan sadar bahwa perbuatan itu salah tapi kadang kita melakukannya. Atau sering kita tidak melakukan hal itu karena kita tahu itu salah. Apapun yang kita pilih untuk perbuat adalah kita juga yang bertanggung jawab.

Teori Etika Normatif
Etika yang berusaha menetapkan berbagai sikap dan pola prilaku ideal yang seharusnya dimiliki oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika normatif memberi penilaian sekaligus memberi norma sebagai dasar dan kerangka tindakan yang akan diputuskan.


Teori Deontologi
“Deontologi” ( Deontology ) berasal dari kata dalam Bahasa Yunani yaitu : deon yang artinya adalah kewajiban. Dalam suatu perbuatan pasti ada konsekuensinya, dalam hal ini konsekuensi perbuatan tidak boleh menjadi pertimbangan. Perbuatan menjadi baik bukan dilihat dari hasilnya melainkan karena perbuatan tersebut wajib dilakukan. Deontologi menekankan perbuatan tidak dihalalkan karena tujuannya.

Teori Teologi
Teologi adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan keyakinan beragama. Teologi meliputi segala sesuatu yang berhubungan dengan Tuhan. Teologi memampukan seseorang untuk lebih memahami tradisi keagamaannya sendiri ataupun tradisi keagamaan lainnya, menolong membuat perbandingan antara berbagai tradisi, melestarikan, memperbaharui suatu tradisi tertentu, menolong penyebaran suatu tradisi, menerapkan sumber-sumber dari suatu tradisi dalam suatu situasi atau kebutuhan masa kini, atau untuk berbagai alasan lainnya.

Teori Hak Asasi
Hak asasi dipercayai sebagai nilai universal. Nilai universal berarti tidak mengenal batas ruang dan waktu. Nilai universal ini yang kemudian diterjemahkan dalam berbagai produk hukum nasional di berbagai Negara untuk dapat melindungi dan menegakkan nilai-nilai kemanusiaan. Bahkan nilai universal ini, menurut Juwana (dalam Muladi, 2005:70) dikukuhkan dalam instrumen internasional, termasuk perjanjian internasional di bidang HAM.

Teori Keutamaan
Memandang  sikap atau akhlak seseorang.
Tidak ditanyakan apakah suatu perbuatan tertentu adil, atau jujur, atau murah hati dan sebagainya.
Keutamaan bisa didefinisikan  sebagai berikut : disposisi watak  yang telah diperoleh  seseorang dan memungkinkan  dia untuk bertingkah  laku baik secara moral.

Etika dan Agama
Menurut aquinas, Tuhan adalah tujuan akhir manusia, karena Ia adalah nilai tertinggi dan universal, dan karenanya kebahagiaan manusia tercapai apabila ia memandang Tuhan. Sumber utama pengetahuan adalah Tuhan yang telah menganugerahkannya kepada manusia melalui berbagai cara.

contoh jurnal :
klik tulisan di bawah ini 
"Reward and Punishment" Pandangan Etika Dalam Manajemen  


Sumber :
http://cristefanus.blogspot.com/2011/11/pengertian-dan-teori-etika.html

Senin, 17 Juni 2013

Resensi Novel


Resensi Novel Eragon

http://images.bidorbuy.co.za/user_images/501/1267501_091115105802_Eragon_book_cover.pngJudul Buku : Eragon
Pengarang : Christopher Paolini
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tanggal Terbit : Juni 2004
Ukuran : 15 x 23 cm
Tebal : 568 halaman
 
Sinopsis
Eragon, anak laki-laki berusia 15 tahun, tinggal bersama paman dan sepupunya di desa bernama Carvahall. Suatu hari ketika sedang berburu ia menemukan batu berwarna biru yang indah di hutan. Karena mengira benda itu berharga dan bisa dijual mahal, ia membawa pulang batu itu. Ternyata batu itu telur naga!

Eragon diam-diam memelihara naga itu karena ia tahu pamannya tidak akan setuju. Dari pendongeng tua bernama Brom, Eragon belajar mengenai naga dan sejarah mereka. Brom ternyata bukan pendongeng biasa. Saat Eragon terbang bersama naganya yang dinamainya Saphira, pamannya dibunuh makhluk-makhluk Ra`zac. Eragon bertekad memburu para Ra`zac yang membunuh pamannya dan Brom berkeras ikut.

Di perjalanan Brom mengajarkan cara bertarung dengan pedang dan ilmu sihir. Brom berkata Eragon adalah penerus klan para Penunggang Naga. Dahulu Penunggang Naga adalah semacam penjaga keamanan di negara Alagaesia, tempat Eragon tinggal. Seseorang yang menyaksikan telur naga menetas terpilih menjadi Penunggang. Naga di kisah ini adalah makhluk yang memiliki kekuatan supranatural dan dapat berkomunikasi dengan para Penunggang.

Klan Penunggang Naga punah karena salah seorang berkhianat dan membujuk Penunggang-Penunggang lain mengikuti jejaknya. Sang pengkhianat bernama Galbatorix, yang sekarang menjadi raja Alagaesia. Ia memerintah dengan kejam, sehingga beberapa orang yang setia pada klan Penunggang memberontak dan membentuk kelompok Varden. Galbatorix memiliki 3 butir telur naga, yang ia tunggu bertahun-tahun untuk menetas di bawah kekuasaannya, sehingga 3 orang Penunggang baru akan menjadi anak buahnya. Sayangnya, salah satu telur berhasil dicuri para Varden (Brom!) dan ditemukan Eragon: Saphira.

Selain ceritanya yang seru, di bagian belakang buku ini juga ada semacam Kamus Bahasa Kuno yang dipakai para Penunggang untuk mengucapkan mantra-mantra mereka. Bahasa itu merupakan dasar semua kekuatan. Bahasa Kuno menjabarkan sifat sejati benda-benda, bukan aspek buatan yang dilihat semua orang. Misalnya, api disebut brisingr. Itu bukan saja nama untuk api, tapi itulah nama api. Kalau penggunanya cukup kuat, ia bisa menggunakan brisingr untuk mengarahkan api ke wujud apa pun yang diinginkannya.
 
Keunggulan Novel
Buku Eragon sangat menarik untuk dibaca, memberikan inspirasi bagi para pembacanya. Bertemakan petualangan, buku Eragon mengombinasikan sihir dengan perang tradisional. Penulis benar-benar memiliki konsep yang kuat, imajinasinya tinggi menjadikan cerita yang fiksi menjadi terlihat lebih nyata.
Penulis ahli dalam mendeskripsikan secara rinci setiap kejadian dan setiap tokoh, memberikan gambaran yang jelas akan apa yang ada dan yang terjadi dalam peristiwa tersebut. Menggunakan alur maju mundur, menjadikan semua yang terkandung di dalamnya penting dan terlihat kesinambungannya di akhir cerita.

Kelemahan Novel
Walaupun setiap kejadiannya dideskripsikan secara rinci, namun kejadian tiap harinya, seperti apa yang seorang tokoh makan dan apa yang seorang tokoh minum, tidak dijabarkan seperti pada novel-novel lain. Tokoh Eragon sangat mendominasi dan terkesan sangat hebat juga tak terkalahkan, jarang sekali terjatuh, dan hampir selalu berhasil dan menjadi pemenang dalam setiap konflik atau pertarungan.

Jumat, 03 Mei 2013

Penulisan Ilmiah


BAB 1
PENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang
Kabupaten Bekasi merupakan salah satu wilayah di propinsi Jawa Barat yang memiliki potensi besar untuk mengembangkan sektor peternakan untuk menjadi sektor unggulan dalam kontribusinya menyumbang pendapatan asli daerah.
Di tengah persaingan usaha yang semakin padat dan di bilang semakin sudah mengalami puncak persaingan yang begitu susah, setiap seseorang pasti berfikir bagaimana cara bertahan dan memenuhi kehidupan setiap hari-harinya dengan menjalakan usaha yang mampu menopang dan membiayai segala kebutuhan sehari-harinya. Sulitnya mencari sebuah pekerjaan dan kurangnya lapangan pekerjaan serta pesatnya perkembangan penduduk usia kerja, membuat setiap orang kembali berfikir dan memutarkan kembali cara berfikirnya usaha yang menguntungkan di tengah-tengah kerasnya persaingan usaha atau bisnis di era globalisasi sekarang ini.
Dengan tetap memakai prinsip ekonomi dengan membuka usaha dengan modal tertentu dengan tujuan menghasilkan keuntungan yang semaksimal mungkin. Wirausaha merupakan salah satu bentuk pekerjaan dalam memenuhi kesejahteraan. Menguntungkan dari segi ekonomi, selain itu juga menguntungkan bagi masyarakat luas yang berperan sebagai pemenuh kebutuhan baik secara langsung maupun tidak langsung.
Agar bisa mencapai tingkat perkembangan dan keuntungan usaha yang optimal, seseorang sebaiknya mengkaji terlebih dahulu bidang usaha yang akan dimasukinya melalui Studi Kelayakan Bisnis. Hal ini bukan saja berguna bagi investor tetapi juga berguna dalam mengantisipasi kegagalan atau kendala yang mungkin akan terjadi di suatu hari nanti yang kita tidak akan mengetahui kapan terjadinya.


Usaha peternakan ayam pedaging/boiler adalah salah satu usaha yang bisa di bilang berpeluang untuk yang menjalani usaha tersebut, yang bertempat diwilayah Desa Sumber Jaya Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.
 Sebagai cabang yang berdiri di bawah tangan Berkah Group yang sudah berjalan 15 tahun dan punya pengalaman baik dalam bidang usaha peternakan ayam pedaging/boiler. Dengan melihat peluang pasar yang cukup besar, berniat untuk mengembangkan usahanya dengan melakukan penanaman modal investasi untuk memperluas daerah pemasaran dengan membuka cabang tempat peternakan yang rencananya akan di bangun di daerah Bekasi yang berlokasi diwilayah Desa Mukti Wari, Kecamatan Tambun Cibitung, Kabupaten Bekasi. Maka perlu dilakukan studi kelakyakan guna menghindari kerugian penanaman modal yang terlalu besar.
Berdasarkan uraian data yang diatas, penulis tertarik untuk meneliti studi kelayakan bisnis pada usaha bidang peternakan ayam pedaging/boiler dan membahas dalam penulisan ilmiah ini dengan judul “ Studi Kelayakan Pengembangan Usaha Peternakan Ayam Pedaging/Boiler”.

1.2  Rumusan masalah dan batasan masalah
Berdasarkan data diatas, maka masalah yang akan di analisa adalah :
1.      Bagaimana aspek kelayakan dari segi pasar ataupun operasionalnya pada kantor cabang yang akan dibuka oleh usaha peternakan ayam pedaging/boiler?
2.      Bagaimana aspek kelayakan financial (berapa lama tingkat pengembalian investasi) pada usaha peternakan ayam pedaging/boiler?
3.      Apakah investasi untuk pembukaan cabang Usaha peternakan ayam pedaging/boiler layak dijalankan atau tidak?
Pada penulisan ilmiah ini penulis membatasi permasalahan pada ruang lingkup kerja Usaha peternakan ayam pedaging/boiler.
Untuk mengetahui kelayakan investasi pada usaha ini, penulis menggunakan metode penganggaran modal diantaranya dengan menggunakan metode Payback Period (PP),Net Present Value (NPV),Internal Rate of Return (IRR), dan Profitability Index (PI) dengan menyesuaikan data pada usaha peternakan ayam pedaging/boiler.



1.3  Tujuan Penilitian
Adapun tujuan penulisan penelitian ilmiah ini yang dibuat oleh penulis dan mengacu pada rumusan masalah yaitu :
1.      Untuk mengetahui aspek kelayakan dari segi pasar dan segi operasional pada usaha peternakan ayam pedaging/boiler.
2.      Untuk mengetahui lamanya tingkat pengembalian investasi pada usaha  peternakan ayam pedaging/boiler.
3.      Untuk mengetahui investasi untuk pembukaan cabang baru pada usaha peternakan ayam pedaging/boiler dijalankan, ditunda atau dibatalkan.

1.4 Manfaat Penelitian
Dari data yang telah diolah dari penulisan ilmiah ini diharapkan dapat memberikan manfaat antara lain sebagai berikut :
1.      Penulis dapat merealisasikan teori  yang di dapat dalam matakuliah dengan permasalahan langsung yang ada di dunia nyata seperti pada usaha peternakan ayam pedaging/boiler.
2.      Dapat memberikan masukan kepada pengusaha untuk mengetahui tingkat kelayakan dalam berinvestasi, sehingga dapat mempertimbangkan nilai investasi yang harus dimiliki guna menghindari kegagalan atau kerugian dimasa yang akan datang.
3.      Menjadi referensi dan bahan bacaan yang memberikan manfaat ilmu bagi para
pembaca.
1.5   Metode penelitian
Dalam penulisan ilmiah ini, penulis menganalisis data dan melakukan penelitian dengan metode penelitian dibawah ini:
1.5.1.      Objek penelitian
Penelitian ini membahas tentang tingkat kelayakan investasi usaha peternakan ayam          pedaging/broiler milik  Berkah Group yang berlokasi diwilayah diwilayah Desa Sumber Jaya Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.



1.5.2.      Data / Variabel
Data yang digunakan penulis untuk penulisan ilmiah ini adalah :
·        Data Primer
Data pendapatan, tingkat suku bunga, perkiraan biaya, persyaratan dan biaya usha.

·        Data skunder
Data investasi yang diperlukan untuk menganalisa suatu usaha.

1.5.3.      Metode pengumpulan data / variable
1.  Penelitian Dilapangan
Peneliti langsung meneliti ditempat usaha ayam boiler/pedaging yang berlokasi diwilayah Desa Sumber Jaya Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Peneltian bermaksud agar mendapatkan data yang lebih akurat dengan cara terjun langsung dilapangan.
·        Observasi, yaitu peneliti langsung mengadakan penelitian ditempat usaha ayam boiler/pedaging milik Berkah Group yang berlokasi diwilayah Desa Sumber Jaya Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.
·        Penulis melakukan studi wawancara langsung kepada pemilik dan karyawan usaha peternakan ayam pedaging/boiler Berkah Group.
1.      Penelitian Pustaka
Yaitu suatu pengumpulan data atau informasi dengan menggunakan buku literature dan tulisan – tulisan ilmiah yang berhubungan dengan permasalahan tulisan ini.

1.5.4.      Alat analisis yang digunakan
Metode yang digunakan oleh penulis bersifat kuantitatif yang dapat dilakukan dengan cara perhitungan yang terdiri dari :
·        Payback Period (PP).
·        Net Present Value (NPV).
·        Internal Rate of Return (IRR).
·        Profitability Index (PI).

Rabu, 20 Maret 2013

Penalaran Induktif


Pengertian Penalaran Induktif
Metode penalaran induktif adalah adalah suatu penalaran yang berpangkal dari peristiwa khusus sebagai hasil pengamatan empirik dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat umum. Dalam hal ini penalaran induktif merupakan kebalikan dari penalaran deduktif. Untuk turun ke lapangan dan melakukan penelitian tidak harus memliki konsep secara canggih tetapi cukup mengamati lapangan dan dari pengamatan lapangan tersebut dapat ditarik generalisasi dari suatu gejala. Dalam konteks ini, teori bukan merupakan persyaratan mutlak tetapi kecermatan dalam menangkap gejala dan memahami gejala merupakan kunci sukses untuk dapat mendiskripsikan gejala dan melakukan generalisasi.
Ada 3 jenis penalaran induksi, yaitu : 

1. Generalisasi
Generalisasi adalah suatu proses penalaran yang bertolak dari sejumlah fenomenal individual untuk menurunkan suatu inferensi yang bersifat umum yang mencakup semua fenomena. Generalisasi juga dapat dikatakan sebagai pernyataan yang berlaku umum untuk semua atau sebagian besar gejala, yang dimulai dengan peristiwa – peristiwa khusus untuk mengambil kesimpulan secara umum.

Contoh :
Bila seorang berkata bahwa mobil adalah semacam kendaraan pengangkut, maka pengertian mobil dan kendaraan pengangkut merupakan hasil generalisasi juga. Dari bermacam – macam tipe kendaraan dengan ciri – ciri tertentu ia mendapatkan sebuah gagasan mengenai mobil, sedangkan dan bermacam – macam alat untuk mengangkut sesuatu lahirlah abstraksi yang lebih tinggi ( = generalisasi lagi ) mengenai kendaraan pengangkut.

Generalisasi dibedakan dari segi bentuknya ada 2, yaitu : loncatan induktif dan yang bukan loncatan induktif. (Gorys Keraf, 1994 : 44-45)
  • Generalisasi Tanpa Loncatan Induktif (Generalisasi tidak sempurna)
Sebuah generalisasi bila fakta-fakta yang diberikan cukup banyak dan menyakinkan, sehingga tidak terdapat peluang untuk menyerang kembali.
Misalnya, untuk menyelidiki penyakit yang sering diderita oleh orang Indonesia pada umumnya, diperlukan ratusan sample untuk menyimpulkannya.

Contoh :
Hampir seluruh orang di Indonesia menderita sakit magh.

Generalisasi yang tidak sempurna juga dapat menghasilkan kebenaran apabila melalui prosedur pengujian yang benar.

Prosedur pengujian atas generalisasi tersebut adalah:
1. Jumlah sampel yang diteliti terwakili.
2. Sampel harus bervariasi.
3. Mempertimbangkan hal-hal yang menyimpang dari fenomena umum/ tidak umum.
  • . Generalisasi Dengan Loncatan Induktif (Generalisasi sempurna)
    Dalam loncatan induktif suatu fenomena belum mencerminkan seluruh faktayang ada. Fakta-fakta tersebut yang digunakan dianggap sudah mewakili seluruh persoalan yang diajukan. Dengan demikian loncatan induktif dapat diartikan sebagai loncatan dari sebagian evidensi kepada suatu generalisasi yang jauh melampauikemungkinan yang diberikan oleh ebidensi itu.
2. Analogi
Analogi yaitu proses membandingkan dari dua hal yang berlainan berdasarkan kesamaannya kemudian berdasarkan kesamaannya itu ditarik suatu kesimpulan. Kesimpulan yang diambil dengan analogi, yaitu kesimpulan dari pendapat khusus dengan beberapa pendapat khusus yang lain, dengan cara membandingkan kondisinya.

Tujuan Analogi
    - Meramalkan kesamaan
    - Menyingkap kekeliruan
    - Menyusun sebuah klasifikasi

Contoh :
    Kita banyak tertarik dengan planet Mars, karena banyak persamaannya dengan bumi kita. Mars dan Bumi menjadi anggota tata surya yang sama. Mars mempunyai atsmosfir seperti Bumi. Temperaturnya hampir sama dengan Bumi. Unsur air dan oksigennya juga ada. Caranya mengelilingi matahari menyebabkan pula timbulanya musim seperti di Bumi. Jika di Bumi ada makhluk. Tidaklah mungkin ada mahluk hidup di planet Mars.

3. Kausal
Kausal adalah paragraph yang dimulai dengan mengemukakan fakta khusus yang menjadi sebab, dan sampai pada simpulan yang menjadi akibat. Serta bahwa setiap kejadian memperoleh kepastian dan keharusan serta kekhususan-kekhususan eksistensinya dari sesuatu atau berbagai hal lainnya yang mendahuluinya , merupakan hal-hal yang diterima tanpa ragu dan tidak memerlukan sanggahan.

Contoh :
    Pada kata dewa-dewi, putra-putri, pemuda-pemudi, dan karyawan-karyawati.

Tujuan Kausal
Tujuan kausal terdapat dalam Hubungan Kausal Dapat berlangsung dalam tiga pola :
   a. Sebab ke akibat
    Dari peristiwa yang dianggap sebagai sebab menuju kesimpulan sebagai efek.
b. Akibat ke sebab
    Dari peristiwa yang dianggap sebagai akibat menuju sebab yang mungkin telah menimbulkan akibat.
c. Akibat ke akibat
    Dari akibat ke akibat yang lain tanpa menyebut sebab umum yang menimbulkan kedua akibat.

Contoh :
Pada sabtu sore terjadi badai salju, akibatnya jalanan ditutup karena dipenuhi oleh salju.



Sumber :